KATA PENGANTAR
Allhamdulillah,
puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Dengan segala rahmat,
petunjuk dan karunia-Nya, akhirnya kami dapat menyelesaikan karya tulis yang
berjudul “Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong Menjadi Keripik Kulit Singkong”. Meskipun
banyak hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaan, tetapi kami berhasil
menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya.
Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada
pembimbing, Ibu Tri Riyanti yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan
karya tulis ini. Tidak lupa juga kami ucapkan terimakasih kepada teman – teman
yang membantu kami dalam menyusun karya tulis ini.
Kami berharap atas selesainya karya tulis ini,
pembaca dapat termotivasi untuk menggunakan limbah masyarakat dengan bijak.
Menjadikan limbah masyarakat menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat.
Kami menyadari sepenuhnya karya tulis ini masih
dan jauh dari sempurna. Oleh karena kami sangat membutuhkan kritik dan saran
membangun dari para pembaca. Pembaca dapat mengirimkan kritik dan saran pada
e-mail kami destyaaninditaputrijayanti@yahoo.com atau bisa juga pada blog kami http://anindita23.blogspot.com/ . Kami mohon maaf jika ada kata –
kata atau kalimat yang kurang tepat. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat.
Untuk itu kami mengucapkan terimakasih.
|
Kebumen,
20 Maret 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
........................................................................................................... 1
Daftar Isi
....................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
..................................................................................................... 3
1.2 Rumusan
Masalah
................................................................................................ 3
1.3 Tujuan
Penulisan
.....................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Kandungan
Gizi Singkong
.................................................................................... 4
2.2 Olahan dari kulit singkong
......................................................................................5
2.3 Prosedur kerja membuat kripik kulit singkong
.....................................................5
BAB III PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
............................................................................................................. 6
3.2 Saran
........................................................................................................................6
Daftar Pustaka
................................................................................................................7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Singkong merupakan Produk
Pertanian yang cocok untuk di jadikan unit bisnis karena manfaat yang di
peroleh komoditi tersebut cukup banyak dan bermanfaat melihat pangsa pasar yang
cukup menggiurkan atas bahan baku singkong. Singkong (Manihot esculenta)
yang di kenal juga Ktela pohon atau Umbi kayu, adalah pohon tahunan tropika
dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya di kenal luas
sebagai makanan pokok penghasil Karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.
Keberadaan Singkong (Manihot esculenta) pada awalnya banyak ditemukan tumbuh
liar di hutan, kebun sendiri, bahkan tumbuh disembarang tempat. Sejalan dengan
permintaan pasar yang terus meningkat, maka beberapa singkong dibudidayakan di
Indonesia. Sebagai bahan makanan, singkong memiliki kelebihan dibandingkan
dengan bahan makanan lainnya. Kelebihan singkong terletak pada kandungan
karbohidrat, lemak, Protein, kalori, fosfor dan cita rasanya yang lezat
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1 Apa saja
kandungan gizi pada singkong?
1.2.2 Bagaimanakah
masyarakat biasanya mengolah kulit singkong ?
1.2.3 Apa saja
prosedur kerja dalam membuat keripik kulit singkong?
1.3
Tujuan dan Manfaat
1.3.1 Menjelaskan kandungan/gizi pada singkong.
1.3.2 Menjelaskan olahan kripik kulit singkong.
1.3.3 Menjelaskan prosedur kerja membuat kripik kulit
singkong.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kandungan
Gizi pada Singkong
Kita harus tahu
bagaimana cara mengolah Singkong dengan tepat. Jika pengolahan Sayur Singkong
tidak benar, mungkin menyebabkan timbulnya penyakit yang disebut Konzo (meski
jarang ditemukan). Konzo atau Mantakassa merupakan penyakit
lumpuh epidemi biasanya disebabkan oleh proses pengolahan yang tidak cukup pada
Singkong yang pahit.
Perlu diketahui bahwa
kulit singkong pun masih mengandung zat gizi yang baik sebagaimana yang
dikandung oleh daging singkong. Kualitas kulit singkong bisa dilihat dari
kualitas daging singkongnya, apabila daging singkong enak dan tidak pahit
rasanya maka kulit singkong pun tidak akan terasa pahit, kecuali ada faktor
lain yang menyebabkan kulit singkong menjadi pahit. Oleh karenanya apabila anda
ingin mengolah olahan makanan berbahan dasar singkong/kulitnya maka periksalah
dahulu kualitas singkong tersebut karena sudah pasti akan mempengaruhi hasil
makanan anda nantinya.
2.2 Olahan dari kulit singkong
Masyarakat pasti sudah tidak
asing lagi dengan limbah singkong, salah satunya kulit singkong. Banyak
masyarakat yang menjadikan sisa ketela menjadi ampas untuk pakan ternak,
dijemur untuk dijadikan tepung ketela, dan juga diolah menjadi bahan makanan.
Karena singkong
merupakan makanan pokok kedua setelah beras maka limbahnya sudah pasti banyak.
Kini masyarakat sudah bisa mengolah limbah kulit singkong sehingga limbah itu
tidak terbengkalai namun alangkah baiknya apabila ide – ide kreatif pengolahan
limbah itu terus diciptakan seiring dengan majunya ilmu pengetahuan tentang
kuliner di seluruh dunia, seperti mengolah kulitnya menjadi kripik.
2.3 Prosedur
kerja membuat kripik kulit singkong
1. Kulit Singkong
Dalam memilih kulit singkong yang bagus kita bisa
melihatnya dari kualitas singkong itu sendiri, apabila singkongnya bagus/tidak
pahit maka kulitnya juga enak/tidak pahit sehingga bisa diolah menjadi keripik
kulit singkong. Namun apabila anda memiliki limbah kulit singkong yang kurang
bagus anda tidak perlu khawatir karena kulit tersebut masih dapat diolah
menjadi bahan makanan ternak, dan lainnya. Setelah mendapatkan kulit singkong,
segera cuci dan bersihkan dari kulit luarnya(yang berwarna coklat) sehingga
tersisa kulit dalamnya. Lalu potong dadu kulit singkong tersebut.
2. Perebusan
Setelah didapatkan potongan kulit singkong yang bersih
dilakukan perebusan dengan memasukan potongan kulit singkong ke panci yang
diberi air garam. Proses perebusan kulit singkong dilakukan di kompor dengan
api sedang dan dengan air secukupnya. Tunggu hingga mendidih kemudian angkat
kulit singkong dan tiriskan.
3. Perendaman
dengan bumbu
Sebelum direndam buat bumbunya dulu, yaitu haluskan
garam, bawang putih, ketumbar, penyedap rasa lalu beri sedikit air untuk
merendam kulit singkong. Masukkan bumbu dalam baskom dan masukan potongan kulit
singkong ke baskom tersebut.
4. Penjemuran
Jemur potongan kulit singkong di baskom dibawah terik matahari hingga kering.
5. Penggorengan
·
Ambil potongan kulit singkong yang sudah kering
kemudian rendam dengan air hangat 2 menit untuk menghilangkan debu saat
dijemur, lalu tiriskan.
·
Tumbuk hingga halus garam, bawang putih, ketumbar,
sedikit penyedap rasa dan beri seikit air.
·
Lumuri potongan kulit singkong dengan bumbu yang sudah
dibuat biarkan 2 menit.
·
Angkat dan lumurkan potongan kulit singkong dengan
tepung sajiku hingga merata. Ulangi
hingga 2 kali.
·
Goreng potongan kulit singkong dengan minyak yang
cukup dan api sedang. Penggorengan dilakukan hanya sebentar hingga matang.
·
Goreng seluruh potongan kulit singkong yang sudah
kering.
BAB III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Dengan
demikian maka kami dapat menyimpulkan dari hasil penelitian kami bahwa :
1. Kulit singkong
merupakan limbah dalam masyarakat yang telah lama diolah kembali menjadi berbagai
olahan alternatif.
2. Masyarakat
biasanya mengolah kulit singkong menjadi pakan ternak, ampas, pupuk organik,
dan olahan makanan.
3. Keripik kulit
singkong ini rasanya enak dan bisa untuk diperjualbelikan maka bisa bernilai
ekonomi dan menambah omset pembuatnya.
4. Kualitas rasa,
aroma, warna, dan kerenyahan tergantung pada jenis singkong, lama waktu
perendaman, penjemuran, dan penggorengan yang sesuai.
5. Keripik kulit
singkong dapat awet selama ia tidak berada di tempat yang terbuka/terkena angin
secara langsung, kurang lebih bisa awet hingga 6 bulan ditempat yang tertutup
rapat dan bersih.
3.2 Saran
Kulit singkong sangat banyak dijumpai di Indonesia dan
masih memiliki kandungan gizi yang bermanfaat, alangkah baiknya apabila
masyarakat digerakkan untuk mengolahnya menjadi olahan bernilai ekonomi
sehingga bisa menyerap tenaga kerja di Indonesia dan menambah omset tersendiri
bagi orang yang memproduksinya. Sehingga bagi orang yang suka membangun usaha,
keripik kulit singkong ini merupakan salah satu peluang untuk bisa diproduksi
dan dikomersialkan kepada masyarakat umum.
DAFTAR PUSTAKA
·
http://www.blogger.com/munawir fahmi blog/pemanfaatan
limbah kulit ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol
·
www.tugaskuliah.info
bener apa salah gue
BalasHapusgatau. bener embok:v
BalasHapus