KATA PENGANTAR
Allhamdulillah,
puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
karunianya kepada kami sehingga kami dapat selesaikan tugas karya tulis study
tour ini dengan lancar dan tepat.
Tugas
karya tulis study tour ini adalah hasil pengamatan yang dilakukan siswa siswi
kelas 8 SMP Negeri 2 Kebumen yang dilaksanakan pada tanggal 6 April sampai
tanggal 9 April 2013.Dalam melaksanakan kegiatan ini siswa siswi kelas 8 SMP
Negeri 2 Kebumen pergi langsung mengunjungi Ibu Kota.Kami menuliskan sepintas
tentang museum gajah.Dalam pembuatan laporan ini tidak lepas dari kerja sama
kedua belah pihak.Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Sardi S.Pd. M.M.pd selaku kepala sekolah SMP Negeri 2 Kebumen
2. Bapak
Ibu pembimbing dari SMP negeri 2 Kebumen
3. Orang
tua kami yang telah mengijinkan kami study tour
4. Dan
pihak pihak yang lain yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini yang
tidak bisa kita sebutkan satu per satu
Kami menyadari sepenuhnya karya
tulis ini masih dan jauh dari sempurna oleh karena itu dengan segala kerendahan
hati,kjami mohon maaf jika ada kata kata atau kalimat yang kurang tepat.Semoga
laporan ini dapat bermanfaat.Untuk itu kami mengucapkan banyak terimakasih.
|
|
Kebumen, 5
April 2013
Penyusun
Karya tulis dengan judul
LAPORAN
KUNJUNGAN KE
MUSEUM
GAJAH
Telah di terima,setujui dan di sahkan
Oleh guru pembimbing pada
Hari/tanggal:
…………………….
Pembibing
Tri
Riyanti
NIP………………….
|
Kebumen,………
Wali
Kelas
Drs.Budi
Santoso
NIP………………………
|
Mengetahui
Kepala
Sekolah
SARDI
S.Pd.M.M.Pd.
NIP
19640807198612 1 001
MOTO
PENDAHULUAN
Sesuai
dengan kalender pendidikan,SMP Negeri 2 Kebumen,kelas 8 melakukan study
tour,yaitu mengunjungi kota jakarta. Kegiatan ini dilakukan pada sabtu,6 April
2013 sampai tanggal 9 April 2013.
Hari
minggu,7 April 2013 pergi mengunjungi istana presiden,monument nasional,dan
museum gajah.
Hari
senin 8 April 2013 pergi mengunjungi gelanggang samudra,dufan,dan tempat
pembelian oleh oleh di Bandung.
Adapun
tujuan dari kegiatan studi tour ini adalah agar siswa siswi kelas 8 mengetahui
tempat tempat bersejarah,tempat tempat penting,dan tempat liburan yang
mengasikkan.Dan tujuan pembuatan laporan
ini adalah untuk memenuhi atau sebagai bahan penilaian,karena karya tulis ini adalah
tugas penting saat study tour dan harus mendapat nilai.
LATAR BELAKANG
Museum
nasional dibangun pada tanggal 24 April 1778.Tempatnya di jalan Medan Merdeka
barat 12,Jakarta pusat,Indonesia.Yang menyebabkan Museum Nasional ini dikenal
dengan nama Museum Gajah,yaitu keberadaan patung gajah yang terbuat dari
perunggu pemberian dari raja Siam dari Thailand yang sekarang berada di halaman
depan museum ini.Didalam museum tersebut memiliki lebih dari 140.000 koleksi
diantaranya koleksi bersejarah, arkeologi, keramik asing, colonial, etnografi
dan geografi.
TUJUAN
MANFAAT
KESIMPULAN
Museum
nasional di bangu tanggal 24 April 1778.Tempatnya di jalan medan merdeka barat
12,jakarta pusat,Indonesia.Yang menyebabkan museum nasional dikenal sebagai
museum gajah,karena adanya patung gajah yang terbuat dari perunggu pemberian
raja siam dari Thailand yang sekarang berada di halaman depan museum gajah.Di
dalam museum ini terdapat lebih dari 140.000 koleksi diantaranya koleksi
prasejarah,koleksi keramik asing,colonial,etnografi dan geografi.museum
tersebut merupakan museum terlengkap di dunia.
SARAN
Sebaiknya
patung patung yang sudah rusak untuk segera di perbaiki/diganti karena museum
ini sering dikunjungi oleh wisatawan asing sehingga indah dipandang mata jika
sudah di perbaiki.
MUSEUM GAJAH
Museum
Gajah sebenarnya bernama Museum Nasional. Museum ini adalah warisan dari
pemerintah Kolonial Belanda.museum ini dibagun tanggal 24 April 1778. Lokasi
Museum Gajah tersebut terdapat di Jalan Medan Merdeka Barat 12, Jakarta, Indonesia.
Mengapa
museum ini dinamakan Museum Gajah? Pada tanggal 9 Maret sampai 5 April 1871 museum
ini dikunjungi oleh raja Siam dari
Thailand. Beliau di Jakarta singgah selama 5 hari mulai tanggal 27 Maret – 1
April 1871. Selama di Jakarta beliau mengunjungi tangsi, gudang, rumah sakit, rumah
yatim piatu,biara dan juga museum. Ketika mengunjungi Museum Gajah ini,raja
terkesan dengan koleksi koleksi yang ada. Maka timbul niatnya yang akan
menyumbangkan sesuatu yang akan berguna untuk menjalin persahabatan dua Negara.
Benda yang dimaksud yaitu patung gajah. Patung gajah ini terbuat dari perunggu.
Patung ini diletakkan di depan halaman Museum Gajah sampai sekarang,supaya
wisatawan dapat melihatnya. Maka dari situ orang orang menyebutnya Museum Gajah.
Museum
Gajah memiliki lebih dari 140.000 koleksi diantaranya koleksi prasejarah, keramik
asing, kolonial, etnografi dan geografi. Selain itu di sana juga ada miniature
rumah adat, terdapat banyak alat musik tradisional. Selain itu di sana terdapat
pemerintahan kolonial Belanda melalui ekspedisi militer, ekspedisi ilmiah, hadiah
atau pemberian lending dan hasil dari pembelian.
Museum
ini merupakan salah satu museum terlengkap dan koleksi terlengkap di dunia . Namun
suatu ketika kebakaran hebat melanda gedung, sehingga merusak sejumlah koleksi
batu dan logam asal nusantara. Sebagian koleksi musnah, sebagian lagi berhasil
selamat, namun sudah berwarna hitam karena terkena asap pekat. Beberapa arca
batu korban tragedi Prancis masih bisa
disaksikan di Museum Nasional sekarang.
Selain itu, wisatawan bisa melihat koleksi
keramik.Koleksi keramiknya juga cukup banyak. Mulai dari gerabah berukuran
besar sampai piring dan mangkuk dapatditemui di sini. Jenisnya juga beragam,
mulai green celadon, retak seribu, sampai keramik berwarna-warni ada di sini.
Untuk koleksi arca diletakkan di halaman tengah dari
bangunan lama. Wisatawan bisa berjalan di lorong sepanjang taman innercourt
sambil menikmati suguhan berbagai arca yang memukau. Tak jauh darinya, di bagian
ujung dekat pintu keluar, ada satu ruangan berisi koleksi meja dan kursi, serta
lampu kuno, disamping beberapa meriam dan perabot lainnya.
Di Lantai atas bangunan lama ada koleksi khasanah dari emas
dan perak, seperti keris dan senjata, perhiasan bangsawan jaman dahulu, sampai
dengan kursi tahta dan mahkota kerajaan kuno. Wisatawan dilarang mengambil foto
di ruang khasanah ini untuk alasan keamanan.
Menuju bangunan baru, wisatawan mulai disuguhi dengan
koleksi peninggalan prasejarah dan arkeologi. Koleksi prasejarah dan arkeologi
Museum Nasional termasuk koleksi yang memukau. Di dalamnya terdapat tengkorak
dan fosil manusia purba, kerangka manusia purba dalam makam, sisa-sisa
alat-alat berburu dan bekerja dari peradaban yang sangat tua. Juga ada sedikit
fosil dari hewan purba. Namun untuk koleksi manusia purba, koleksi Museum
Nasional terbilang menarik. Di dalamnya ada tengkorak manusia Sangiran, dan
bahkan ada tengkorak Manusia Flores.
Manusia Flores/
Homo Floresiensis adalah fosil manusia yang kecil atau katai. Rangka koleksi
Museum Nasional ini adalah satu dari tujuh rangka Manusia Flores yang
menghebohkan dunia. Rangka Manusia Flores ini ditengarai merupakan penghubung
antara Homo Erectus termuda yang berusia antara 200.000 sampai 100.000 tahun, dengan
Homo Sapiens tertua yang berusia antara 20.000 sampai 13.000 tahun.
Di lantai
atasnya adalah hasil peradaban manusia mulai dari yang tertua, sampai memasuki
jaman modern. Di dalamnya terdapat tulisan, mulai dari bentuk prasasti, tulisan
kuno, cap stempel kerajaan, alat bertani purba, sampai alat bekerja awal jaman
modern seperti sepeda kuno, jam kuno, alat navigasi kapal, bel, tulisan di
makam kuno, berbagai hasil produksi tambang, seperti lempengan emas, keramik
dan lain sebagainya.
Untuk koleksi numismatik
atau uang kuno, terus terang penulis tidak berhasil menemukannya. Padahal
sebelum musium di pugar, penulis mengenali beberapa koleksi dari Museum
Nasional seperti beberapa keping uang emas Aceh, uang tembaga Bonk 1/4 stuvier,
beberapa keping uang Gulden tembaga VOC dan Hindia Belanda. Tapi di bagian
bangunan baru sempat melihat satu keping uang Banten kuno, yang diletakkan
bersama beberapa stempel kuno. Juga ada beberapa uang perak yang sudah tak
terbaca tulisannya. Di bagian khasanah emas juga ada lempengan uang emas yang
sudah tidak jelas bacaannya. Buat saya yang penggemar uang kuno, terasa sedikit
kecewa untuk hal yang satu ini. Mungkin lokasi penyimpanannya belum saya
temukan, karena banyak berubah dari sebelum di renovasi. Tapi kekecewaan segera
terobati, saat akan pulang, memandang keindahan gajah perunggu berwarna
kehijauan, yang menjadi icon dari Museum Nasional ini. Gajah ini memang sangat
cantik.
Kalau anda ingin mengenal peradaban manusia di masa
lalu, memang Museum Nasional di Jakarta ini adalah tempat yang tepat untuk anda
kunjungi. Sambil berwisata, wawasan kita bertambah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar